1. Perbedaan
Antara Basis Data dan Sistem Basis Data
1.1 Basis Data
Basis
data terdiri dari 2 (dua) kata, yaitu kata Basis dan Data. Basis bisa di
artikan sebagai markas ataupun gudang, tempat berkumpul. Sedangkan data yaitu
kumpulan fakta dunia nyata yang mewakili suatu objek, seperti manusia, barang,
dan lain-lain yang direkam ke dalam bentuk angka, bentuk huruf, simbol, teks,
bunyi, gambar atau juga kombinasinya. Jadi pengertian basis data adalah
kumpulan terorganisasi dari data-data yang saling berhubungan sedemikian rupa
sehingga dapat mudah disimpan, dimanipulasi, serta dipanggil oleh penggunanya.
Definisi Basis data
juga dapat diartikan sebagai kumpulan data yang terdiri dari satu atau lebih
tabel yang terintegrasi satu sama lain, dimana setiap user diberi wewenang
untuk dapat mengakses (seperti mengubah,menghapus dll.) data dalam tabel-tabel
tersebut.
Dalam pembuatan basisdata kita pastinya harus tahu terlebih dahulu gimana sih cara-cara membuatnya, memakai software apa membuatnya, dan memakai Bahasa apa membuatnya.
Kegunaan atau Fungsi Sistem Basis Data, mengatasi masalah-masalah pemrosesan data yang sering ditemui dengan menggunakan metode konvensional, permasalah yang diatasi diantaranya:
2.Dokumen XML
Dokumen XML dapat digunakan untuk berbagai macam tujuan, seperti :
Ø Sebagai penyimpanan data(database) yang mudah dibaca oleh user karena disimpan dalam bentuk teks.
Ø Standard transfer data, dapat digunakan untuk pengiriman data transaksi antar perusahaan.
Ø Sebagai acuan membuat Bahasa baru, seperti WML(wireless Markup Language) yang digunakan pada mobile device dengan protocol WAP.
Ø Sebagai file konfigurasi, dijava dokumen-dokumen XML sering kita jumpai seperti file server.xml dan web.xml yang digunakan Tomcat, atau perintah-perintah query yang disimpan dalam file XML yang dipakai pada framework iBatis atau Hibernate.
Contoh dokumen XML sederhana :
Dalam pembuatan basisdata kita pastinya harus tahu terlebih dahulu gimana sih cara-cara membuatnya, memakai software apa membuatnya, dan memakai Bahasa apa membuatnya.
a. Tahapan-tahapan pembuatan basis data
1. Perencanaan basis data
2. Mendefinisikan sistem
3. Analisa dan mengumpulkan kebutuhan
4. Perancangan basis data
5. Perancangan aplikasi
6. Membuat prototipe
7. Implementasi
8. Konversi data
9. Pengujian
10. Pemeliharaan operasional
b. Perangkat lunak dalam pembuatan basisdata
1.Microsoft
SQL Server
2.Oracle
3.Sybase
4.Interbase
5.XBase
6.Firebird
7.MySQL
8.PostgreSQL
9.Microsoft
Access
c. Bahasa
dalam pembuatan basis data
1. Data Definition Language (DDL)
2. Data Manipulation Language (DML)
Tujuan Basis data sendiri adalah sebagai berikut ini:
Ø Kecepatan serta kemudahan dalam menyimpan, memanipulasi atau juga menampilkan kembali data tersebut.
Ø Efisiensinya ruang penyimpanan, karena dengan basis data, redudansi data akan bisa dihindari.
Ø Keakuratan (Accuracy) data.
Ø Ketersediaan (Availability) data.
Ø Kelengkapan (Completeness) data, Bisa melakukan perubahan struktur dalam basis data, baik dalam penambahan objek baru (tabel) atau dengan penambahan field-field baru pada table.
Ø Keamanan (Security) data, dapat menentukan pemakai yang boleh menggunakan basis data beserta objek-objek yang ada didalamnya serta menentukan jenis -jenis operasi apa saja yang boleh dilakukannya.
Ø Kebersamaan Pemakai (Sharability), Pemakai basis data bisa lebih dari satu orang, tetapi tetap menjaga atau menghindari masalah baru seperti: inkonsistensi data (karana data yang sama diubah oleh banyak pemakai pada saat yang bersamaan) dan juga kondisi deadlock (karena ada banyak pemakai yang saling menunggu untuk menggunakan data tersebut.
Tujuan Basis data sendiri adalah sebagai berikut ini:
Ø Kecepatan serta kemudahan dalam menyimpan, memanipulasi atau juga menampilkan kembali data tersebut.
Ø Efisiensinya ruang penyimpanan, karena dengan basis data, redudansi data akan bisa dihindari.
Ø Keakuratan (Accuracy) data.
Ø Ketersediaan (Availability) data.
Ø Kelengkapan (Completeness) data, Bisa melakukan perubahan struktur dalam basis data, baik dalam penambahan objek baru (tabel) atau dengan penambahan field-field baru pada table.
Ø Keamanan (Security) data, dapat menentukan pemakai yang boleh menggunakan basis data beserta objek-objek yang ada didalamnya serta menentukan jenis -jenis operasi apa saja yang boleh dilakukannya.
Ø Kebersamaan Pemakai (Sharability), Pemakai basis data bisa lebih dari satu orang, tetapi tetap menjaga atau menghindari masalah baru seperti: inkonsistensi data (karana data yang sama diubah oleh banyak pemakai pada saat yang bersamaan) dan juga kondisi deadlock (karena ada banyak pemakai yang saling menunggu untuk menggunakan data tersebut.
1.2 Sistem Basis Data
sistem basis data adalah sistem yang terdiri dari koleksi
data atau kumpulan data yang saling berhubungan dan program-program untuk
mengakses data tersebut.
Ada beberapa alasan kenapa kita harus memakai basis data, antaralain:
Ø Sistem basis data telah menjadi bagian dalam sistem informasi suatau organisasi
Ø Kebutuhan menyimpan data dalam jumlah besar semakin mendesak
Ø Fungsi dalam organisasi semakin dikomputerisasikan
Ø Semakin kompleks data & aplikasi yang digunakan, maka relasi antar data harus dimodelisasikan
Didalam sistem basis data juga memiliki Komponen-komponen Utama, antaralain :
Ø Perangkat Keras (Hardware)
Ø Sistem Operasi (Operating Sistem)
Ø Basis data (Database)
Ø Sistem Pengelola Basis Data (Database Management Sistem atau disingkat DBMS) adalah pengelola basis data secara fisik tidak dilakukan oleh pemakai secara langsung, akan tetapi ditangani oleh sebuah perangkat lunak yang khusus. Perangkat Lunak inilah yang disebut DBMS (Database Management Sistem) yang akan menentukan bagaimana data diorganisasi, disimpan, diubah serta diambil kembali. Perangkat Lunak ini juga yang menerapkan mekanisme pengamanan data, pemakaian data secara bersama-sama, konsistensi data dan sebagainya. Contohnya software DBMS adalah MySQL, Ms. SQL Server, Interbase, Paradox, Ms. Access, Oracle, DB2
Ø Pemakai : Programmer, User aplikasi
Ø Aplikasi atau Perangkat Lunak yang lainnya.
Ada beberapa alasan kenapa kita harus memakai basis data, antaralain:
Ø Sistem basis data telah menjadi bagian dalam sistem informasi suatau organisasi
Ø Kebutuhan menyimpan data dalam jumlah besar semakin mendesak
Ø Fungsi dalam organisasi semakin dikomputerisasikan
Ø Semakin kompleks data & aplikasi yang digunakan, maka relasi antar data harus dimodelisasikan
Didalam sistem basis data juga memiliki Komponen-komponen Utama, antaralain :
Ø Perangkat Keras (Hardware)
Ø Sistem Operasi (Operating Sistem)
Ø Basis data (Database)
Ø Sistem Pengelola Basis Data (Database Management Sistem atau disingkat DBMS) adalah pengelola basis data secara fisik tidak dilakukan oleh pemakai secara langsung, akan tetapi ditangani oleh sebuah perangkat lunak yang khusus. Perangkat Lunak inilah yang disebut DBMS (Database Management Sistem) yang akan menentukan bagaimana data diorganisasi, disimpan, diubah serta diambil kembali. Perangkat Lunak ini juga yang menerapkan mekanisme pengamanan data, pemakaian data secara bersama-sama, konsistensi data dan sebagainya. Contohnya software DBMS adalah MySQL, Ms. SQL Server, Interbase, Paradox, Ms. Access, Oracle, DB2
Ø Pemakai : Programmer, User aplikasi
Ø Aplikasi atau Perangkat Lunak yang lainnya.
Kegunaan atau Fungsi Sistem Basis Data, mengatasi masalah-masalah pemrosesan data yang sering ditemui dengan menggunakan metode konvensional, permasalah yang diatasi diantaranya:
Ø Redudansi data dan juga inkonsistensi data.
Ø Kesuliatan dalam pengaksesan data.
Ø Data Isolation.
Ø Konkurensi pengaksesan.
Ø Masalah keamanan.
Ø Masalah Integritas.
Ada beberapa pemakai sistem basis data, antaralain:
Ø Programmer Aplikasi yaitu orang atau pemakai yang berinteraksi dengan basis data melalui Data Manipulation Language (DML),
Ø User Mahir (Casual User) yaitu pemakai yang berinteraksi dengan sistem tanpa menulis modul program. Mereka menyatakan query untuk mengakses data dengan bahasa query yang telah disediakan oleh suatu DBMS.
Ø User Umum (End User/ Naïve User) yaitu Pemakai yang berinteraksi dengan sistem basis data melalui pemanggilan satu program aplikasi permanen (executable program) yang telah disediakan sebelumnya.
Ø User Khusus (Specialized User) yaitu Pemakai yang menulis aplikasi basis data non konvensional, tetapi untuk keperluan-keperluan khusus.
Ada beberapa pemakai sistem basis data, antaralain:
Ø Programmer Aplikasi yaitu orang atau pemakai yang berinteraksi dengan basis data melalui Data Manipulation Language (DML),
Ø User Mahir (Casual User) yaitu pemakai yang berinteraksi dengan sistem tanpa menulis modul program. Mereka menyatakan query untuk mengakses data dengan bahasa query yang telah disediakan oleh suatu DBMS.
Ø User Umum (End User/ Naïve User) yaitu Pemakai yang berinteraksi dengan sistem basis data melalui pemanggilan satu program aplikasi permanen (executable program) yang telah disediakan sebelumnya.
Ø User Khusus (Specialized User) yaitu Pemakai yang menulis aplikasi basis data non konvensional, tetapi untuk keperluan-keperluan khusus.
2. Integritas Data
2.1
pengertian Integritas
Data
Integritas data adalah akurasi dan kebenaran
data. Integritas data dalam sebuah sistem basis data harus dijaga untuk menjaga
kebenaran data yang disimpan. Integritas data juga sangat erat kaitannya dengan
keamanan keberadaan data. Ada beberapa cara dan tujuan dalam menjaga integritas
data, diantaranya :
Ø
Memasukkan aturan
bisnis di dalam database
Ø
Menjaga agar data yang
tidak valid tidak masuk ke database
Ø Menjaga konsistensi data pada relasi
keterkaitan antar table
2.2 macam-macam integritas
data
a. Integritas Entitas
Integritas Entitas mendefinisikan sebuah baris sebagai sebuah
entitas yang unik untuk suatu table. Integritas entitas memaksa integritas dari
kolom atau primary key dari suatu table ( melalui index, unique, constrain,
primary key). Primary key tidak boleh null.
Contohnya:
b. Integritas Domain
Integritas Domain merupakan validitas dari masukan untuk sebuah
kolom. Anda dapat memaksa domain integritas dengan membatasi tipe (melalui data
types), format ( melalui check constraints dan rules ), atau range nilai-nilai
yang mungkin (melalui Foreign Key constraints, Check Constraints, Default
Definitions dan rules).
Contohnya:
c. Integritas Referential
c. Integritas Referential
Integritas Referential adalah dasar relasi
antar table yaitu antara foreign key dengan primary key. Integritas referensial
memastikan bahwa seluruh nilai dari foreign key cocok dengan nilai primary key
yang dihubungkan.
d. Integritas Enterprise
Integritas enterprise mengizinkan kita untuk menentukan spesifik
business rules sendiri yang tidak sama pada kategori integritas yang lainnya.
3. Transaksi
3.1
Pengertian Transaksi
Transaksi pada basis data adalah satu atomic
operasi berupa lojik pekerjaan maupun lojik recovery (pemulihan) yang bisa
terdiri dari beberapa intruksi. Tujuan dari transaksi adalah menjaga database
dari kehilangan data dan kerusakan, seperti system crash dan pengaksesan data
yang sama secara bersamaan oleh dua aplikasi yang berbeda yang menimbulkan
gangguan.
Ada
empat elemen dalam transaksi yang biasa disingkat ACID, yaitu :
Ø Atomic,
semua transaksi berhasil atau semua transaksi gagal
Ø Consistency,
transaksi mempertahankan konsistensi database
Ø Isolation,
transaksi terisolasi satu dengan yang lain
Ø Durability,
setelah commit atau transaksi berhasil data harus di update dan harus di survive di database
3.2 Istilah-istilah penting dalam transaksi
a.
Commit
Memberi
tanda bahwa transaksi telah selesai. Update dibuat permanen (bahkan jika
setelah commit terjadi kegagalan system).
b.
Rollback
Memberi
tanda bahwa transaksi gagal. Semua update harus di-undo.
System recovery
database dilakukan pada saat terjadi kegagalan media(hardisk corrupt),
kegagalan system(listrik mati), atau kesalahan pada transaksi. Sistem recovery
menggunakan fungsi rollback dan checkpoint.
c. Checkpoint
Checkpoint adalah interval tertentu pada perjalanan transaksi
basis data yang menyimpan keadaan basis data saat itu. Checkpoint dapat
dilakukan untuk merecovery database secara backward (undo) ataupun forward
(redo).
4. Concurency
4.1
Pengertian Concurency
Concurrency
adalah sebuah mekanisme pada system basis data yang mengijinkan banyak
transaksi pada saat bersamaan untuk mengakses data yang sama tanpa adanya
gangguan.
DBMS
mengijinkan banyak transaksi pada saat bersamaan untuk mengakses data yang
sama.
Concurrency
Control Mechanism (CCM) dibutuhkan agar transaksi tidak saling “menunggu”.
Adapun
masalah-masalah dalam concurrency ada 3, antaralain:
1.
Lost update problem
2.
Uncommitted
dependency problem
ketika user yang
satu me-retrieve data dan user yang lain me-rollback data tersebut
ketika user yang
satu meretrieve data dan user yang lain mengupdate data tersebut
Jika sebuah transaksi ingin record/resource
tidak berubah dalam waktu tertentu maka dia meminta lock. Ketika satu transaksi
mengakses database, sebuah kunci(lock) dapat mengabaikan akses untuk transaksi
lainnya, untuk menghindari hasil yang salah.
a.
Jenis-jenis lock
1. Exclusive lock (Xlock) atau write lock yaitu
locking yang hanya bisa digunakan untuk mengupdate dan membaca transsaksi
2. Share lock (Slock) atau read lock yaitu locking yang hanya bisa digunakan untuk
membaca transaksi.
Contoh kasus dari locking:
Ø Jika transaksi A
memegang Xlock pada sebuah record, maka permintaan lock (X,S) pada record yang
sama harus diabaikan atau di tolak.
Ø Jika transaksi A
memegang Slock pada record R maka:
·
Permintaan Xlock transaksi lain pada R ditolak
·
Permintaan Slock transaksi lain pada R diterima
b. Data access protocol
Ø Transaksi yang ingin mengambil nilai sebuah record (retrieve) harus mendapatkan Slock pada record tersebut
Ø Transaksi yang ingin mengupdate harus mendapat Xlock
Contoh kasus:
Ø Jika lock dari transaksi B ditolak karena konflik dengan lock yang dimiliki transaksi A, transaksi B masuk ke wait state sampai lock milik A dibebaskan.
Ø Xlock dan Slock dipegang sampai transaksi selesai (COMMIT atau ROLLBACK).
c. Dead lock
b. Data access protocol
Ø Transaksi yang ingin mengambil nilai sebuah record (retrieve) harus mendapatkan Slock pada record tersebut
Ø Transaksi yang ingin mengupdate harus mendapat Xlock
Contoh kasus:
Ø Jika lock dari transaksi B ditolak karena konflik dengan lock yang dimiliki transaksi A, transaksi B masuk ke wait state sampai lock milik A dibebaskan.
Ø Xlock dan Slock dipegang sampai transaksi selesai (COMMIT atau ROLLBACK).
c. Dead lock
Deadlock adalah suatu kondisi dimana dua atau lebih transaksi
dalam keadaan wait-state atau saling menunggu lock untuk dilepas.
Cara-cara penanganan deadlock :
Ø Deteksi dan pecahkan
deadlock
Ø Deteksi deadlock à wait-for-graph
Ø Pecahkan deadlock à salah satu di
rollback paksa
Ø Ostrich Algorithm à diabaikan
5. XML
5.1
Pengertian XML
XML (eXtensible Markup
Language) merupakan Bahasa web turunan dari SGML (Standart Generalized Markup
Language) yang ada sebelumnya. Xml hampir sama dengan HTML, dimana keduanya
sama-sama turunan dari SGML. Xml ditunjukan untuk pertukaran dokumen via web, berbentuk
file teks à Cross platform,
indepedenden terhadap software dan hardware.
5.2 Keunggulan dan kelemahan Xml
Keunggulan Xml antaralain:
Ø Self Documenting à dengan melihat tag,
dapat diketahui isi dokumen
Ø Dapat dibaca soft ware
dan manusia
Ø Fleksibel
Ø Dapat dikembangkan
tanpa melanggar format lama
· Contoh: pada <pengarang>, tambah tag <telepon>, maka
XML yang lama tetap dapat dibaca.
Ø Dapat beradaptasi untuk
membuat Bahasa sendiri. Seperti Microsoft membuat Bahasa MSXML, atau Macromedia
mengembangkan MXML.
Kelemhan XML
antaralain:
Ø Pengulangan tag à tidak efisien, ukuran
membengkak
5.3 Contoh-contoh XML
Contoh XML sederhana
Kita bisa mengecek apakah kodingan Xml yang kita buat itu sudah benar
atau belum, dengan cara klik kanan,open with file dengan Office XML Handler.
Jika kodingan kita sudah benar pasti nanti akan tampil seperti
ini.
5.4 Bagian-bagian XML
1.DTD
DTD (Document Type Definition) adalah kumpulan
deklarasi markup yang mendefinisikan tipe dokumen untuk keluarga bahasa markup
SGML(SGML, XML, HTML, dll). Sebuah DTD menggunakan sintaks resmi pendek yang
menyatakan secara tepat elemen dan referensi dapat muncul dalam dokumen dari
tipe tertentu dan isi serta atribut elemen adalah sebuah DTD juga, dapat mendeklarasikan entitas yang dapat digunakan
dalam dokumen.
Ø DTD bertujuan untuk
mendefinisikan sebuah blok yang valid dari sebuah dokumen XML dan agar setiap
dokumen XML memiliki deskripsi yang sesuai dengan formatnya
Ø DTD berisi
aturan-aturan yang digunakan untuk memvalidasi sebuah dokumen XML
Ø DTD dapat ditulis
bersama dengan dokumen XML(internal) ataupun terpisah menjadi file DTD
sendiri(eksternal)
Contoh DTD:
2.Dokumen XML
Dokumen XML dapat digunakan untuk berbagai macam tujuan, seperti :
Ø Sebagai penyimpanan data(database) yang mudah dibaca oleh user karena disimpan dalam bentuk teks.
Ø Standard transfer data, dapat digunakan untuk pengiriman data transaksi antar perusahaan.
Ø Sebagai acuan membuat Bahasa baru, seperti WML(wireless Markup Language) yang digunakan pada mobile device dengan protocol WAP.
Ø Sebagai file konfigurasi, dijava dokumen-dokumen XML sering kita jumpai seperti file server.xml dan web.xml yang digunakan Tomcat, atau perintah-perintah query yang disimpan dalam file XML yang dipakai pada framework iBatis atau Hibernate.
Contoh dokumen XML sederhana :
6. Back End Programing
6.1 Pengertian Back End programing
6.1 Pengertian Back End programing
Back-End
programming adalah program yang berjalan pada database secara otomatis ketika
terjadi suatu pemicu tertentu. Dalam oracle ada beberapa metode untuk melakukan
back-end programming, yaitu dengan trigger dan stored procedure.
6.2 Trigger
Trigger adalah blok PL/SQL atau prosedur yang berhubungan dengan
table, view, skema atau database yang dijalankan secara implicit pada saat
terjadi sebuah event. Trigger merupakan store procedure yang dijalankan secara
automatis saat user melakukan modifikasi data pada table. Modifikasi data yang
dilakukan pada table yaitu, berupa perintah INSERT,UPDATE dan DELETE. INSERT,
UPDATE, dan DELETE bisa digabung jadi satu trigger yang dinamakan Multiple
Trigger.
a. Jenis-jenis Trigger
a. Jenis-jenis Trigger
Trigger dapat dibagi menjadi 2 jenis, yaitu :
1.
Application Trigger
Trigger yang aktif
ketika terjadi suatu kejadian pada sebuah aplikasi tertentu.
2.
Database Trigger
Trigger yang akan
aktif ketika terjadi suatu operasi DML(insert, update, delete) pada tabel.
b.
Manfaat trigger
Dengan menggunakan Trigger integritas data serta konsistensi
data dapat terjaga dan juga dapat mencegah terjadinya transaksi yang tidak
valid. Selain itu standarisasi (penyeragaman) terhadap proses juga dapat
tercapai karena Trigger dibuat satu kali dan tersimpan didalam database,
sehingga setiap operasi yang dilakukan oleh siapapun terhadap sistem tersebut
akan menggunakan trigger yang sama.
c.
Batasan trigger
Trigger memiliki batasan-batasan tertentu
seperti :
1. Trigger tidak dapat memproses perintah commit dan rollback,
selain itu juga tidak dapat memanggil prosedur, fungsi ataupun package yang
menggunakan perintah tersebut.
2. Trigger tidak dapat digunakan pada kolom dalam suatu tabel yang
terdapat constrain didalamnya.
d.
Struktur dasar trigger
Untuk membuat trigger pada Oracle telah
disediakan statement CREATE TRIGGER yang selanjutnya dapat digunakan untuk
kejadian tertentu. Secara umum terdapat 2 waktu agar sebuah Trigger dapat
teraktivasi, yaitu:
1.
BEFORE
Waktu dimana sebuah Trigger akan aktif sebelum
terjadinya suatu proses DML pada suatu tabel . dapat dibagi menjadi :
a.
Before Insert : Trigger akan aktif sebelum kejadian insert pada
suatu tabel.
b.
Before Update : Trigger akan aktif sebelum kejadian update pada
suatu tabel.
c.
Before Delete : Trigger akan aktif sebelum kejadian delete pada
suatu tabel.
2.
AFTER
Waktu dimana sebuah Trigger akan aktif sesudah proses DML pada suatu tabel dilakukan. Dapat dibagi menjadi :
a. Before Insert : Trigger akan aktif sesudah kejadian insert pada suatu tabel.
b. Before Update : Trigger akan aktif sesudah kejadian update pada suatu tabel.
c. Before Delete : Trigger akan aktif sesudah kejadian delete pada suatu tabel.
Waktu dimana sebuah Trigger akan aktif sesudah proses DML pada suatu tabel dilakukan. Dapat dibagi menjadi :
a. Before Insert : Trigger akan aktif sesudah kejadian insert pada suatu tabel.
b. Before Update : Trigger akan aktif sesudah kejadian update pada suatu tabel.
c. Before Delete : Trigger akan aktif sesudah kejadian delete pada suatu tabel.
e.
Contoh Trigger
6.3 Stored Procedure
PL/SQL (Procedural
Language/Structured Query Language) merupakan bahasa pemrograman terstruktur di
dalam SQL yang tersusun dalam blok-blok logical, yang dapat menjalankan
perintah-perintah untuk menyelesaikan masalah (di Oracle disebut PL/SQL).
Secara singkat, PL/SQL menambahkan teknik pemrograman terstruktur ke dalam SQL.
PL/SQL digunakan dalam back end programing yang dibangun oleh SQL dan bahasa
prosedural. Jenis-jenis PL/SQL di antaranya adalah anonymous block, stored
program units (procedure, function, package), dan trigger.
a. Sifat-sifat
PL/SQL (secara kode program)
1. Mirip Bahasa
pemrograman Pascal
2. Case insensitive
(basar kecil karakter tidak mempengaruhi)
3. Strong
typed, semua variable harus dideklarasikan
b. Striktur
umum PL/SQL
v Bagian
deklarasi
Dimulai dengan perintah
DECLARE, berfungsi untuk mendeklarasikan variabel-variabel yang diperlukan didalam
PL/SQL. Jika tidak memerlukan variable, maka bagian deklarasi ini dapat
dihilangkan.
v Bagian
eksekusi
Bagian yang memuat sintaks
PL/SQL. Dimulai dengan perintah Begin. Sintaks dapat berupa pemilihan
(IF-THEN), perulangan (for,loop,while), mengambil nilai select, cursor, dan
sebagainya.
v Bagian
eksepsi
Bagian yang memuat cara
menangani kesalahan-kesalahan atau error handling pada waktu eksekusi PL/SQL. Bagian
eksepsi juga dapat dihilangkan jika tidak diperlukan penanganan kesalahan dalam
PL/SQL.
c. Contoh
Stored Procedure
Reference :
·
Diktat Sistem Basis Data Oleh Budi Laksono
Putro, M.T
·
Integritas data .ppt oleh Yudi
Wibisono,MT.
·
Modul Praktikum Sistem Basis Data
2014.
·
Hand Out Sistem Basis Data: Stored Procedure
dan Trigger oleh Yudi Wibisono, MT
·
Modul Praktikum Trigger Tahun 2013

















No comments:
Post a Comment